Dalam upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama anak-anak di Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) melalui “Puncak Acara Pekan Merah Putih TAMASYA dari Sabang sampai Merauke”.
Acara ini diselenggarakan secara hybrid di ruang Auditorium Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, serta secara daring melalui Zoom dan Youtube kemendukbangga_bkkbn, Selasa (19/08/2025).
“Ini penting, sedari kecil diajarkan tentang merah-putih, tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), tentang bangsa kita, tentang negara kita, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan sebagainya. Ini bagian dari pendidikan usia dini, di mana rasa memiliki NKRI-nya mulai dari kecil,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd.
“Saya termasuk yang fokus. Anak-anak harus diajarkan tentang lagu-lagu kebangsaan, lagu-lagu nasional karena kita harus bangga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjut Menteri.

Perkembangan dan Potensi Anak
Selain memperkenalkan nilai perjuangan bangsa melalui kegiatan kreatif kepada anak, lewat kegiatan ini, para orang tua kembali diingatkan akan pengasuhan yang mendukung stimulasi perkembangan anak usia dini.
Menurut dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, faktor menantang saat ini adalah gadget dan sudah dibuktikan dalam beberapa studi bahwa gadget mengakibatkan tantrum, meningkatkan risiko gangguan perilaku, dan speech delay sehingga tidak dianjurkan diberikan kepada anak di bawah usia 1 tahun.
“Saya setuju dengan dr. Mesty. Hati-hati menggunakan handphone atau gadget. Jika tidak hati-hati, cenderung akan negatif. Perlu diatur atau dibatasi,” ujar Mendukbangga Wihaji.
Di samping perkembangan anak, potensi anak juga menjadi hal yang tak kalah penting. Ketua Yayasan Sekolah Inklusi Aluna Montessori, Dra. Rina Jayani, Mont. Dipl. menyampaikan bahwa setiap anak adalah bintang yang berbeda waktu bersinarnya.
Demikian juga setiap anak memiliki potensi meski tidak selalu terlihat dalam angka dan nilai. Tugas orang tua bukan membandingkan melainkan menyirami dengan kasih dan kesabaran.

• Menteri Beri Bantuan APE KIT Kepada TPA
Sebagai bentuk dukungan Kemendukbangga/BKKBN terhadap perkembangan dan potensi anak, Mendukbangga Wihaji memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) Kit kepada Taman Penitipan Anak (TPA) dan Sekolah Inklusi yang hadir dalam acara ini. Yakni, TPA Kuntum Teratai Tebet, TPA Tsabitha Daycare Depok, TPA Sanaya Depok, TPA Maffna Jakarta Pusat, TPA Dandelion Daycare Plus Depok, dan Sekolah Inklusi Aluna Montessori.
Mendukbangga Wihaji pun turut menyapa anak-anak yang hadir secara daring melalui Zoom, serta berbincang bersama anak-anak yang hadir secara langsung di TAMASYA Zone.
Acara bertema “Anak Ceria, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju” ini turut dimeriahkan oleh Tim Minivila yang menampilkan gerak dan lagu bersama perwakilan anak di TPA wilayah Jakarta dan Depok serta anak TAMASYA Kemendukbangga/BKKBN.
Beberapa anak pun mementaskan peragaan busana sosok pahlawan nasional, seperti Cut Nyak Dien, Pattimura, dan Soekarno, serta beberapa profesi yang dicita-citakan, antara lain dokter, koki, dan tentara. Sebelum itu, acara dibuka dengan penampilan marching band Tim Gema Swara Bonpal Marching Kids SDN Kebon Pala 05.
