Dari Pekan Merah Putih di TAMASYA Kemendukbangga/BKKBN: 90% Perkembangan Otak Anak Terjadi Sebelum Usia 5 Tahun

Data UNICEF menunjukkan 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum usia lima tahun. Aktivitas bermain yang bervariasi dapat memperkuat kemampuan motorik, meningkatkan koordinasi, serta membentuk keterampilan sosial-emosional.

Sementara Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa anak yang aktif bermain memiliki risiko 30 persen lebih rendah mengalami obesitas dan masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyebutkan bahwa stimulasi yang tepat pada masa emas pertumbuhan dapat meningkatkan kecerdasan kognitif anak hingga 25 persen, memperbaiki kemampuan bahasa, dan mengoptimalkan kontrol emosi. Sehingga anak lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di jenjang selanjutnya.

Data-data tersebut mengemuka pada Pekan Merah Putih di Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan yang digelar Kemendukbangga/BKKBN menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI, dan berlangsung dari 11–14 Agustus 2025, ini merupakan bagian dari program percepatan (quick wins) Kemendukbangga/BKKBN. Dirancang sebagai lingkungan stimulatif yang memadukan pengasuhan holistik dan edukasi karakter.

Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak, Kemendukbangga/BKKBN, dr. Irma Ardiana, MAPS, menyampaikan bahwa Pekan Merah Putih TAMASYA merupakan ajang untuk menumbuhkan semangat keceriaan menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

“Dengan tema Anak Ceria, Keluarga Sejahtera, Indonesia Maju, rangkaian kegiatan seperti mendongeng, mewarnai gambar bertema kepahlawanan, permainan tradisional nusantara, serta berbagai perlombaan menyambut HUT RI menjadi sarana membangun karakter anak sekaligus menstimulasi motorik kasar dan halus pada anak usia dini,” ujarnya.

•⁠ ⁠Pendampingan DWP Kemendukbangga/BKKBN

Seluruh rangkaian Pekan Merah Putih ini berlangsung dengan pendampingan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendukbangga/BKKBN, yang berkolaborasi erat dengan jajaran Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak serta Tim Pengelola TAMASYA.

Sebagai organisasi istri pejabat dan pegawai, DWP turut berperan dalam pendampingan anak-anak, memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sarat nilai pembinaan keluarga yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.

•⁠ ⁠Rangkaian Kegiatan

○ Senin, 11 Agustus 2025: Mendongeng dan storytelling tentang pahlawan nasional.
○ Selasa, 12 Agustus 2025: Ceria Mewarnai gambar pahlawan bersama keluarga.
○ Rabu, 13 Agustus 2025: Senam ceria, lomba memindahkan bendera, memasukkan bola ke keranjang, memegang balon dengan perut serta mengupas telur rebus.
○ Kamis, 14 Agustus 2025: Permainan tradisional seperti congklak, ular naga, dan kucing-tikus.

Puncak Pekan Merah Putih TAMASYA akan digelar Selasa, 19 Agustus 2025 di Auditorium Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur, dan disiarkan secara daring. Acara menampilkan marching band anak-anak binaan Yayasan Kartika Jaya, pentas seni anak, permainan edukatif, sesi inspiratif bersama dr. Mesty Ariotedjo, serta penyerahan APE Kit untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) dan Sekolah Inklusif Aluna sebagai dukungan peningkatan layanan pengasuhan.

Dengan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter, ditopang lingkungan keluarga yang harmonis, Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat mencetak generasi penerus yang siap mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin anak-anak tumbuh bukan hanya pintar, tetapi juga punya jiwa nasionalis, sehat secara fisik, dan memiliki empati tinggi. Inilah modal bangsa yang tak ternilai,” pungkasnya.