GENTING, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, menjadi jembatan kemanusiaan. Di Kota apel Malang, Selasa (12/08/2025), sejumlah mitra yang digandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memberikan bantuan bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS), yang secara simultan diberikan demi investasi jangka panjang pembangunan Generasi Emas Indonesia 2045.
“Hari ini pemerintah hadir melalui program GENTING. Orang tua asuhnya ada dari Baznas, Kadin, BUMN, korporasi. Dan hari ini juga kami memastikan apa yang telah Pak Presiden Prabowo perintahkan kepada saya, bahwa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (B3) juga wajib dikasih MBG (Makan Bergizi Gratis). Tidak hanya anak sekolah saja yang mendapatkan MBG.”
Demikian penegasan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, saat ditemui awak media ketika mengunjungi langsung KRS di Kota Malang, Jawa Timur.

Sebelum mengunjungi KRS, Menteri Wihaji mengunjungi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lebih dari 300 penerima manfaat MBG di Kota Malang adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Bantuan yang diberikan mitra Kemendukbangga/BKKBN dalam program GENTING, antara lain bedah rumah dan pemberian sembako untuk tiga sasaran KRS oleh Baznas Pusat; dukungan “Jamban Sehat” oleh Kadin dan HIPMI Kota Malang yang diberikan kepada 10 sasaran KRS; dukungan penyediaan air bersih dan edukasi gizi seimbang pola asuh di empat kabupaten/kota di Jawa Timur oleh Danone; dan dukungan nutrisi bagi 1.000 sasaran dari Yayasan Dana Sosial Al Falah Kota Malang.
“Ini (GENTING) adalah pentahelix. Jadi, kerja sama keroyokan dari semua pihak. Yang belum ter-cover, kita cover melalui orang tua asuh (GENTING). Yang sudah ter-cover kita lanjutkan,” terang Menteri Wihaji.

• Kunjungi Keluarga KRS
Adalah Asnan dan Lasmi, KRS pertama yang didatangi Menteri Wihaji di Kelurahan Bareng, Kota Malang. Rumahnya termasuk tidak layak huni. Asnan bekerja sebagai penarik sampah dengan pendapatan perbulan hanya Rp 250ribu. Padahal ia harus menanggung tiga anak dan satu istri yang lagi hamil.
Masih di kelurahan yang sama, KRS kedua yang dikunjungi Menteri adalah rumah keluarga ibu Sektiawati yang mempunyai anak Perdania Kartika, adalah seorang ibu yang mempunyai balita berumur tiga tahun empat bulan. Rumahnya hampir roboh, atap asbes, jamban jongkok, dan lantai tidak berkeramik.
KRS ketiga adalah keluarga Rahmawati yang hamil anak ke-3 di usia 42 tahun dan termasuk Kehamilan Berisiko Tinggi (Resti), yang merupakan salah satu indikator penetapan KRS. Usia kandungan Rahmawati empat bulan. Ia bersama suami menetap di sebuah hunian indekos, dengan jamban yang digunakan secara bersama dengan penghuni lainnya.
Suaminya adalah tukang pasang reklame. Anak pertama mereka berumur empat tahun dan yang kedua masih dua tahun.
Kunjungan Menteri Wihaji itu sekaligus menandai kehadiran pemerintah di tengah keluarga-keluarga yang begitu membutuhkan dukungan. Dengan “membawa” program GENTING, pemerintah hadir menyediakan solusi untuk menangani persoalan kemanusiaan itu.
