Jateng Miliki 200 Lebih Dapur MBG 3B dengan Ratusan Ribu Petugas Pendukung

Saat ini terdapat 200 lebih dapur yang memberikan pelayanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita non- PAUD di Jawa Tengah. Satu dapur diperkirakan mampu menyediakan 3.000 sampai 4.000 makanan bergizi gratis.

Sebelumnya, di tingkat nasional, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN bersama Kepala Badan Gizi Nasional telah menandatangani MoU mengenai pemberian MBG untuk sasaran 3B (Bumil, Busui, dan Balita non-PAUD). Besaran jumlah MBG yang diberikan 10% dari jumlah alokasi MBG di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) siap menjadi pengantar untuk makanan bagi keluarga sasaran di Jawa Tengah,” kata Eka Sulistia Ediningsih, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Eka mengemukakan hal itu pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jumat (11/07/2025), di Semarang.

Dalam kesempatan yang sama, Eka juga menjelaskan bahwa Jawa Tengah memiliki 1.390 PKB, 52.000 kader, PPKBD dan sub PPKBD. “Juga ada 83.000 TPK. Belum lagi dibantu kader-kader yang lain. Kita akan bersama-sama menjadi pengantar bagi MBG dengan sasaran 3B,” urai Eka.

•⁠ ⁠Peringatan Harganas 2025

Eka juga mengatakan bahwa Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni bukanlah sekadar acara seremoni. Hari istimewa bagi keluarga ini merupakan momentum penting untuk kembali mengingat dan meneguhkan komitmen keluarga akan pentingnya peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Gegap peringatan Hari Keluarga Nasional kali ini ditandai dengan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh karyawan Perwakilan BKKBN Jawa Tengah dan mitra kerja.

Hari Keluarga Nasional 2025 menjadi peringatan ke-32, sejak pertama kali dicanangkan tahun 1993. Tahun ini, Harganas hadir dengan wajah baru. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, yang sebelumnya dikenal sebagai BKKBN, menjadikan momen ini sebagai langkah awal rebranding, reorientasi, sekaligus revitalisasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Peringatan ini mengusung tema nasional “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, mengangkat pentingnya penguatan nilai-nilai keluarga di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Hari keluarga Nasional juga merupakan momentum yang sangat penting untuk mengingatkan kepada kita bahwa keluarga merupakan sasaran utama di dalam pelaksanaan upaya-upaya untuk mewujudkan amanah.

“Kemajuan bangsa dimulai dari keluarga,” tegas Eka. Ia menambahkan, keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai, serta melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Mulailah dari rumah kita sendiri, karena keluarga harmonis bukan hanya mimpi, itu bisa kita wujudkan, dimulai dari hal kecil, tapi konsisten,” tutup Eka.