Dalam upaya memperkuat pengasuhan berbasis keluarga yang berkualitas, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar kegiatan Pembagian Rapor Anak serta Kelas Parenting, berlangsung di Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Kegiatan ini akan menjadi agenda setiap bulan dalam mengukur sekaligus mendiskusikan capaian tumbuh kembang anak bersama orang tua, pengasuh dan pengurus.
“Kegiatan ini menandai salah satu upaya strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sekaligus meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan yang sehat dan berkualitas,” ujar Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak, Kemendukbangga/BKKBN, dr. Irma Ardiana, MAPS, dalam acara tersebut.

Mewakili Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, lebih jauh dr. Irma menginformasikan bahwa di dalam rapor Tamasya sekaligus tertulis status pertumbuhan dan perkembangan setiap anak.
“Untuk pembagian rapor, ini nanti akan ada setiap bulan. Jadi, di situ nanti kita bisa sekaligus melakukan konseling. Tema untuk konseling kita di bulan Juni ini adalah tentang gizi anak-anak. Dan ini akan dibawakan oleh para pakar gizi dan para orang tua bisa langsung konsultasi,” jelasnya.
Untuk melihat seperti apa pertumbuhan dan perkembangan anak, pengasuh Tamasya, didampingi Penyuluh KB (PKB), melakukan pencatatan dengan menggunakan Kartu Kembang Anak.
“PKB memang masuk di dalam tim kepengurusan. Mereka dilatih untuk bisa memantau perkembangan. Tetapi nanti kita akan coba melatih juga orang tua. Karena orang tua sangat bisa untuk mengukur perkembangan anak-anaknya,” tambahnya.
Sedangkan untuk mengukur pertumbuhan, dilakukan di posyandu sesuai jadwal kunjungan di mana akan dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan balita.
Hadirnya Tamasya di lingkungan Kementerian diperkuat dengan dukungan Dharma Wanita Persatuan Kemendukbangga/BKKBN melalui Perjanjian Kerja Sama terkait pengelolaan TAMASYA yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPW Kemendukbangga/BKKBN dan Direktur Ketahanan Bina Balita dan Anak Kemendukbangga/BKKBN.
Dengan adanya PKS ini diharapkan pengelolaan TAMASYA akan lebih maksimal, dan sinergi antara orang tua, pengasuh, juga pengurus dapat terjalin lebih baik. Sehingga, ASN Kemendukbangga/BKKBN yang memiliki balita, dapat terfasilitasi kebutuhannya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW Kemendukbangga/BKKBN, Afiatus Salamah, menyampaikan apresiasinya kepada para orang tua dan pengasuh.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi orang tua dan pengasuh untuk bersinergi dalam mengasuh anak-anak kita agar tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat dan bahagia,” ujar Afiatus.

• Makanan Bergizi Tak Harus Mahal
Dalam paparan kelas parenting mengenai gizi, Linda Dwi Jayanti sebagai pemateri menjelaskan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal.
”Perbandingan protein yang terkandung dalam ikan tuna dan salmon misalnya, dalam 100 gram ikan tuna terdapat 23,38 gram protein. Dalam salmon terdapat 21,6 gram protein. Pada 100 gram daging sapi terdapat protein sebanyak 18,8 gram, tempe 18,3 gram, ayam 18,2 gram,” ungkap Afiatus menjelaskan.
Ia juga memberikan tips menyusun menu gizi seimbang anak. ”Libatkan anak dalam memilih makanan sehat. Buat makanan terlihat menarik dan berwarna. Kenalkan rasa alami dan batasi penyedap buatan. Kreasikan menu agar tidak bosan, dan jaga kebersihan saat memasak dan menyajikan,” imbuh Linda.
Beberapa hal yang menyebabkan anak sulit makan, di antaranya pertumbuhan fisik seperti tumbuh gigi, gangguan kesehatan seperti influenza atau sariawan dan demam, lingkungan makan yang kurang kondusif, preferensi rasa misalnya asam dan pedas, kebiasaan makan yang kurang baik, dan perhatian anak teralihkan.
”Tips mengatasi anak sulit makan misalnya sajikan makanan yang beragam dan bervariasi, hindari gangguan saat makan seperti gadget dan tv, libatkan anak dalam proses menyiapkan makanan, hindari memaksa anak untuk mau makan dan batasi minum saat makan,” tutup Linda.

• Tamasya Berbasis Keluarga
Tamasya sendiri merupakan salah satu program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN yang menyediakan ruang layanan pengasuhan anak berbasis keluarga dengan mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, gizi, serta perlindungan anak.
Tamasya di Kemendukbangga/BKKBN saat ini telah melayani sebanyak 11 anak usia 1—5 tahun yang didampingi lima pengasuh. Mereka telah melalui proses rekrutmen dan pelatihan kompetensi pengasuhan anak untuk memastikan pelayanan berjalan secara optimal.
Memiliki empat program unggulan, Tamasya mengusung konsep kolaborasi antara pengasuh, orang tua, dan pengurus . Tamasya memberikan layanan peningkatan kompetensi pengasuh; pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak; pendampingan orang tua; serta pendampingan rujukan.
Kehadiran Tamasya sekaligus memperkuat komitmen Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung implementasi program pembangunan keluarga yang berpihak pada anak, serta sebagai upaya merealisasikan program quick wins.



