Kunjungi Dua Lokus KRS, Ketua PKK Mamuju Tengah Ajak Pejabat dan Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh Program GENTING

GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) merupakan salah satu program Quick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berbasis gotong royong untuk mengatasi stunting di Indonesia.

Program ini menghubungkan OTA (Orang Tua Asuh) dengan 1 juta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) secara nasional, memberikan dukungan nutrisi dan pemantauan kesehatan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Hadirnya program GENTING pada tahun ini menjadi salah satu terobosan yang diharapkan mampu mengakselerasi penurunan stunting di seluruh tingkatan wilayah. Termasuk di Sulawesi Barat yang menjadi salah satu provinsi dengan angka prevalensi stunting tertinggi nasional, mencapai 35,4% merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024.

Kenaikan angka stunting 5,1% dari tahun sebelumnya mengisyaratkan diperlukan pendekatan baru dalam melakukan intervensi persoalan stunting.

Menuggu data resmi stunting tingkat kabupaten tahun 2024, potret stunting hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan angka prevalensi stunting di Mamuju Tengah sebesar 27,9%. Ini berarti masih jauh dari capaian target 18,94% nasional di 2025. Berbagai upaya terus digalakkan untuk menurunkan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut.

Didampingi sejumlah Kepala OPD dan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), Ketua TP-PKK Mamuju Tengah, Asriani Arsal, mengunjungi dua lokus desa sasaran KRS Program GENTING dan Gerakan ASN Berbagi (GASA), Rabu (21/5/2025), di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Sasaran KRS dalam kunjungan kali ini adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki bayibdi bawah 2 tahun (baduta) yang mana mereka masuk kategori masyarakat dengan berbagai keterbatasan.

Agenda kunjungan dalam rangka memonitoring pertumbuhan dan perkembangan sasaran intervensi dilakukan di mana mereka adalah anak asuh Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk berkontribusi menjadi orang tua asuh dalam program GENTING. “Harapannya, dengan adanya program ini, para kepala OPD dan masyarakat dapat berkontribusi menjadi orang tua asuh cegah stunting,” kata Asriani Arsal.

Seperti diberitakan, Arsal Aras beberapa waktu lalu menyatakan komitmen sebagai orang tua asuh dengan total dukungan dana sebesar Rp 165 juta bagi 30 KRS selama satu tahun.

Sementara itu, “GASA” merupakan satu strategi inovasi yang diinisiasi oleh OPD KB setempat yang diambil dari bahasa lokal yang berarti “pukul”. Diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat dalam penurunan angka stunting di daerah tersebut.