Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan anak usia dini akibat perubahan sosial, tekanan ekonomi, dan derasnya paparan digital, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat ekosistem pengasuhan nasional melalui gelaran Apresiasi Program Pengasuhan Anak Usia Dini 2025 yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, kader, pengasuh, serta tenaga lini lapangan dari seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa pengasuhan yang adaptif dan berbasis data kini menjadi kebutuhan mendesak. Menurut beliau, perubahan perilaku masyarakat dan intensitas penggunaan teknologi pada keluarga menuntut intervensi pengasuhan yang lebih terukur.
“Pengasuhan anak usia dini adalah fondasi masa depan bangsa. Karena itu seluruh upaya harus memastikan keluarga memperoleh dukungan yang tepat, konsisten, dan relevan dengan tantangan zaman,” ujar Wamen Isyana.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN melalui Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak pada tahun 2025 telah melaksanakan berbagai program strategis. Seluruh program diarahkan untuk memastikan keluarga, terutama ibu hamil, baduta, dan anak usia dini mendapat pendampingan komprehensif terkait pemenuhan gizi, stimulasi, serta pemantauan tumbuh kembang.
Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Nopian Andusti, S.E., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran lintas daerah untuk mendorong replikasi cepat praktik-praktik baik, sekaligus memperkuat konsistensi implementasi program di seluruh wilayah.
Pada kesempatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN memberikan apresiasi kepada para pengelola dan pelaksana program terbaik dari berbagai daerah. Penghargaan diberikan pada kategori Policy Brief 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), GEMPITA BKB, Standardisasi Kompetensi Fasilitator Purwa, Pantau BKB Mu, peserta terbaik TAMASYA di KERABAT, serta penghargaan khusus untuk mitra.
Desa Condongcatur (DIY) meraih peringkat pertama kategori Pantau BKB Mu, disusul Desa Rimbo Panjang (Riau) dan Desa Sidorejo (Sumatera Selatan). Adapun penyusun Policy Brief terbaik berasal dari Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Barat, dan Papua.



