Masa Depan Anak Terancam Tanpa Kepedulian Orang Tua

Saat pemerintah terus memperkuat upaya penurunan stunting, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E, M.I.P, mengingatkan bahwa peran keluarga tetap menjadi benteng utama bagi masa depan anak. Pemerintah dapat hadir dengan berbagai bantuan dan layanan, namun keluarga dituntut lebih peduli terhadap kesehatan dan pola asuh anak. Tanpa kepedulian orang tua dalam menjaga kesehatan dan memberikan pendampingan terbaik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), masa depan anak tetap terancam.

“Anak-anak ini adalah titipan berharga; siapa lagi yang akan menjaga mereka kalau bukan orangtua atau keluarganya,” tegas Wakil Gunernur (Wagub) saat menghadiri Bakti Stunting di Puskesmas Kota Raja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, beberapa hari lalu, sebagai bagian dari rangkaian HUT NTB ke-67. Bakti stunting kali ini menghadirkan dukungan yang lebih luas dan menyentuh langsung kebutuhan keluarga berisiko.

Dalam acara tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan 135 tray telur dan 54 paket antropometri dari Dinas Kesehatan NTB sebagai penguat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dan pemantauan tumbuh kembang anak. Dukungan diperkuat oleh 350 tray telur dari DP3AP2KB NTB untuk balita stunting, serta 50 paket telur dari BKOW NTB yang juga memastikan kebutuhan konsumsi kegiatan tercukupi.

Dinas Sosial NTB memberikan 50 paket sembako, kursi roda, tongkat ketiak, dan bantuan untuk dua panti asuhan. Sementara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbamgga)/BKKBN NTB menghadirkan paket bantuan untuk Keluarga Berisiko Stunting (KRS) program Gerakan Oramg Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai intervensi khusus.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperluas layanan kesehatan keluarga. Puskesmas Kota Raja membuka pelayanan KB pasca persalinan, menghadirkan edukasi gizi, GERMAS, gerakan cuci tangan bersama, dan pembinaan penggunaan alat antropometri bagi Tim Penggerak Gizi (TPG). Sekitar 100 sasaran langsung ibu hamil, balita stunting, lansia, serta keluarga risiko stunting mengikuti rangkaian kegiatan ini. 

Wagub NTB menekankan bahwa keluargalah yang berperan menentukan arah tumbuh kembang anak setiap hari. Pola asuh yang hangat, lingkungan rumah yang aman, komunikasi yang sehat, serta dukungan emosional dari ayah dan ibu menjadi fondasi yang tidak dapat digantikan oleh intervensi apa pun. Ia menekankan bahwa 1000 HPK adalah masa yang tidak boleh disia-siakan, dan keluarga harus memanfaatkannya untuk memberikan nutrisi, kasih sayang, serta stimulasi terbaik bagi anak.