Pemerintah Perkuat Fondasi SDM Lewat Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Menyusui dan Balita

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (10/12/2025), sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi gizi keluarga dan pembangunan sumber daya manusia sejak fase awal kehidupan.

Wamen Isyana meninjau dua keluarga penerima manfaat yang telah memperoleh MBG sasaran 3B sejak Agustus 2025. Ia menyebut program tersebut mulai dirasakan manfaatnya secara nyata, terutama bagi ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi cukup dan seimbang untuk mendukung kualitas air susu ibu (ASI) serta tumbuh kembang bayi pada fase awal kehidupan.

Manfaat MBG juga berdampak pada kondisi keluarga secara keseluruhan. Yessi Herlis (34 tahun), salah satu ibu menyusui penerima manfaat di Kota Palembang, mengaku program tersebut sangat membantu, baik dari sisi kesehatan keluarga maupun pengeluaran rumah tangga. Selain dirinya, dua anak Yessi yang berusia 11 dan 7 tahun juga menerima manfaat MBG melalui sekolah.


“Gizi keluarga terpenuhi, pengeluaran berkurang. Keluarga kami sangat terbantu,” ungkap Yessi dengan mata berkaca-kaca saat berdialog dengan Wamen Isyan

Tak hanya menyasar ibu menyusui, program MBG juga menjangkau balita non-PAUD yang selama ini belum mendapatkan intervensi gizi dari satuan pendidikan. Wamen Isyana mencontohkan MA (4 tahun), salah satu balita penerima MBG yang sebelumnya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya. Sejak menerima MBG, pertumbuhan MA mulai menunjukkan perbaikan yang diharapkan dapat terus berlanjut sesuai dengan grafik tumbuh kembang anak.

Wamen Isyana menilai pendekatan MBG yang berbasis keluarga menjadi penguatan penting dalam kebijakan pemenuhan gizi berbasis siklus kehidupan. Selama ini, intervensi gizi lebih banyak bertumpu pada anak usia sekolah, sementara ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD kerap berada di luar jangkauan program reguler.

Ia juga mengapresiasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palembang yang dinilai telah menjalankan penyaluran MBG sasaran 3B secara terukur dan berkelanjutan, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga mekanisme distribusi. MBG juga tetap disalurkan pada akhir pekan dalam bentuk makanan kering yang disiapkan khusus agar aman dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Wamen Isyana menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia. Pemenuhan gizi sejak dini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pemenuhan gizi sejak dini,” tutup Isyana.