Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, menutup Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Akhir Tahun 2025 Kemendukbangga/BKKBN, dengan penegasan bahwa di tahun 2026 seluruh pimpinan unit kerja di lingkungan kementerian dapat bekerja dengan pola baru yang lebih cepat, fokus, dan responsif.
Wamen Isyana juga menyampaikan dalam Rakorpim 2025 yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, 1- 3 Desember 2025, tentang tekad bersama untuk bergerak sebagai satu orkestrasi institusi, bukan sebagai unit-unit yang berjalan sendiri-sendiri.
Ia menekankan bahwa organisasi kompleks seperti Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tidak bisa hanya mengandalkan manajemen teknis. Kementerian ini juga membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca arah perubahan dan mengambil keputusan yang tidak selalu populer demi hasil yang lebih baik.
Dalam arahannya yang disampaikan Rabu (03/12/2025), Wamen Isyana menyoroti penataan organisasi yang merupakan “mesin utama” kementerian dalam era bonus demografi. Ia menegaskan transformasi BKKBN menjadi kementerian baru harus membuat organisasi ini menjadi lebih lincah, fokus, dan responsif terhadap dinamika keluarga Indonesia.

Wamen Isyana juga mengingatkan konvergensi lintas kedeputian, pemanfaatan teknologi dan data kependudukan, serta pengawalan serius atas implementasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) baru, bukan hanya mengubah struktur, tetapi juga perilaku dan budaya organisasi di seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN.
Menutup Rakorpim, Wamen Isyana mengajak seluruh pimpinan membawa pulang energi perubahan sebagai komitmen baru untuk menggerakkan kementerian dengan hati, integritas, dan keberanian menghadapi perubahan. Ia mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang, sementara harapan bangsa ini besar untuk maju bersama menuju Indonesia Emas 2045.



