Desa Pertima mencatat sejarah baru dengan digelarnya Wisuda Sekolah Lansia “Werdeng Jaya”, sekolah lansia pertama dan pelopor di Kabupaten Karangasem, Bali. Sebanyak 30 lansia resmi diwisuda setelah menyelesaikan 12 kali pertemuan pembelajaran sejak sekolah ini dilaunching pada 23 Desember 2024.
Acara yang berlangsung Rabu (26/11/2025) dengan hangat dan penuh haru ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, jajaran perangkat daerah, Forkopimcam, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Puskesmas Karangasem I, Forum Perbekel, serta keluarga besar para wisudawan.

• Usia Bukan Halangan Berkarya
Dalam sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan lebih banyak sekolah lansia di seluruh wilayah Karangasem.
Ia menyampaikan, “Mulai tahun 2026, kami berkomitmen mengajak setiap kepala desa untuk membentuk Sekolah Lansia di wilayahnya. Karangasem harus mampu menjadi kabupaten yang memberi ruang tumbuh bagi semua generasi, termasuk para lansia.”
Komitmen ini menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat pendidikan lansia dan memastikan setiap lansia mendapatkan kesempatan belajar, berkegiatan, dan berdaya secara mandiri.
Program tersebut juga selaras dengan Visi Karangasem: Aman; Gigih; Unggul; Nyaman; dan Gemah Ripah Loh Jinawi, yang menjadi pijakan pembangunan masyarakat Karangasem agar semakin maju, sejahtera, dan berkarakter.

• Lansia Sehat, Mandiri, Bermartabat Kunci Keluarga Bahagia”
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang diwakili Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, I Mde Arnawa, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Lansia Werdeng Jaya merupakan wujud nyata dari program Quick Win SIDAYA (Lansia Berdaya). Program ini dirancang untuk mewujudkan lansia SMART—Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Ia menyampaikan kebanggaan atas antusiasme para lansia Desa Pertima yang menjadi contoh bagi desa lainnya. Sekolah lansia ini juga mendorong keberlanjutan program pemenuhan layanan kesehatan lansia, pendampingan perawatan jangka panjang, hingga peningkatan produktivitas lansia bekerja sama dengan berbagai pihak.
Keberhasilan ini diharapkan dapat ditularkan ke desa-desa lain agar kesadaran dan kepedulian terhadap kesejahteraan lansia semakin meningkat.
Wisuda perdana ini bukan hanya seremoni, tetapi awal gerakan besar menuju Karangasem yang ramah lansia. Dengan komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten dan BKKBN Bali, Karangasem diproyeksikan menjadi daerah yang mampu menghadirkan ruang tumbuh dan ruang belajar bagi semua generasi, terutama para lansia yang menjadi sumber kebijaksanaan masyarakat.



