Optimalisasi Peran Psikolog Klinis dalam Upaya Peningkatan Ketangguhan Masyarakat Indonesia

Di tengah tantangan kesehatan jiwa yang semakin kompleks, mulai dari stres, kecemasan, hingga gangguan kesehatan mental yang berat, masyarakat membutuhkan akses layanan psikologis profesional yang mudah dijangkau, terutama di tingkat primer/komunitas. Psikolog klinis memiliki kompetensi untuk melakukan asesmen, intervensi, rehabilitasi, hingga paliatif dalam ranah kesehatan jiwa.

Dalam upaya memperkuat peran Psikolog Klinis dalam sistem pelayanan kesehatan jiwa di tingkat komunitas, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) menyelenggarakan Kongres Ke-V yang menjadi tonggak penting bagi peran dan kontribusi psikolog klinis di seluruh Tanah Air, pada Jumat (21/11/25). Dihadiri lebih dari 150 Pengurus IPK Indonesia dari seluruh penjuru Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian dan Lembaga di Indonesia, ahli kebijakan, akademisi dan mitra strategis, kongres ini berfungsi sebagai ruang dialog, kolaborasi dan perumusan rekomendasi nasional untuk layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan komprehensif.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik bahwa kesehatan mental adalah bagian tak terpisahkan dari ketangguhan bangsa. Kongres V IPK Indonesia merupakan momentum strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat komunitas. Seperti disampaikan Ketua Umum IPK Indonesia, Dr. Retno, “Ketangguhan bangsa bermula dari ketangguhan mental masyarakatnya.” Mari bersama memastikan setiap warga memiliki akses terhadap layanan psikologis yang profesional, berkualitas, dan mudah dijangkau.

Sementara itu Annelia Sari Sani, S.Psi., Psikolog Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah Jakarta yang juga Ketua Panita menyampaikan bahwa Kongres ini juga menjadi ajang untuk para Psikolog Klinis untuk bersama berkolaborasi dalam membangun literasi masyarakat untuk Kesehatan Jiwa.

Kongres V IPK Indonesia merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di IPK Indonesia, memiliki tujuan untuk merumuskan kepemimpinan baru di IPK Indonesia yang akan menjadi penentu kebijakan dalam upaya memperkuat peran psikolog klinis di masyarakat, pemerataan psikolog klinis di seluruh wilayah Indonesia, kolaborasi lintas profesi, dan berbagai inovasi dalam pendekatan komunitas. (AW)